Kronologis Kasus Meliana

29 Juli 2016
Sekitar pukul 19.00 wib

Rumah Ibu Meliana didatangi 5 orang laki-laki: Pak Lobe Marpaung (ustad Mesjid Al Maksum), Bapak Kasidik (bagian kebersihan Mesjid Al Maksum/ bapak dari Bu Uwo), Pak Jailani (seorang dosen) dan 2 orang lainnya yang namanya tidak diketahui.

Pak Lobe menanyakan “ Kak kamu melarang azan ya

Bu Meliana menjawab : Saya tidak pernah melarang azan”.

Saat itu Pak Kasidi meminta Bu Meliana untuk pergi dan mengatakan : “Pindahlah kamu dari sini, tak usahlah kamu di tinggal di sini”.

Kemudian suami Bu Meliana meminta bu Meliana untuk masuk ke rumah karena massa sudah banyak di luar.

Sekitar pukul 20.00 wib

Bu Meliana diajak ke kantor Lurah untuk mediasi dengan mengatakan: “Kak Kita ke kelurahan saja biar bisa menyelesaikan masalahnya”.

Beberapa saat kemudian massa sudah berkumpul di kantor kelurahan.

Pak Jailani mengatakan : “ Malam ini kakak jangan di sana lagi, pindahlah kakak dari sana, saya tidak jamin keselamatanmu, kalau bisa malam ini jangan tinggal lagi di situ”.

Bu Meliana meminta maaf jika bersalah. Ketika di kantor lurah anak Bu Meliana menelepon memberitahukan rumah mereka sudah dilempari dan dibakar massa.

Kaca rumah sudah pecah dilempar massa, atap juga dilempar dan dibakar.

Oleh tukang becak, kedua anak Bu Meliana diselamatkan melalui pintu belakang rumahnya dan dibawa ke polres tanjung Balai. Malam itu juga kedua anak Bu Meliana diungsikan ke Medan.

Sekitar pukul 21.00 wib

Kumpulan massa yang sangat banyak dipicu adanya oknum (OTK/oknum tidak dikenal) yang membeberkan di media sosial Facebook, Broad cast di BBM yang isinya penyebaran kebencian mengakibatkan masyarakat melakukan kerusuhan dengan membakar dan merusak rumah ibadah etnis Tionghoa.

Secara keseluruhan bangunan yang dirusak oleh ribuan massa ada 15 bangunan (vihara, klenteng, yayasan, dan rumah)

20 Maret 2017

Accurate Health Center mengeluarkan Surat Rekomendasi hasil pemeriksaan terhadap Meliana dengan keterangan Ibu Meliana mengalami gangguan trauma berat, gangguan kecemasan, depresi berat yang memerlukan perawatan insentif untuk mempercepat proses penyembuhan.

21 Maret 2017

Kapolres Tanjung Balai mengeluarkan surat panggilan kepada Ibu Meliana dengan no surat S.Pgl/85/III/2017/Reskrim, memanggil Ibu Meliana untuk hadir pada hari Kamis tanggal 23 Maret 2017, pukul 9 Wib guna dimintai keterangan sebagai TERSANGKA, dengan pasal 156a huruf a dari KUH Pidana, sesuai dengan laporan pengaduan a.n Kuntoro.

23 Mei 2018

Kepolisisan Resort Tanjung Balai mengeluarkan surat panggilan kepada Ibu Meliana untuk penyerahan berkas yang sudah lengkap (P21) dan penyerahan tersangka dari kepolisian kepada Kejaksaaan Negeri Tanjung Balai, nomor surat S.Pgl/92a/V/2018/Reskrim.

30 Mei 2018

Kejaksaan Negeri Tanjung Balai, Asahan mengeluarkan Surat Perintah Penahanan (tingkat penuntutan), dengan no. surat : PRINT-866/N.2.15.3/Ep.2/05/2018. Ketentuan dalam surat penahanan, tersangka (Meliana) ditahan di Rumah Tahanan Negara Wanita Klas I Medan di Tanjung Gusta Medan, selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal 30 Mei 2018 sampai dengan tanggal 18 Juni 2018. Bu Meiliana juga mendapatkan putusan penjara selama 1,5 tahun.

Infografis Kasus Meliana

Unduh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *