Kasus Penyerangan Lombok Timur Mandek, Warga Ahmadiyah Ngadu ke Polda

Kriminologi.id – Pelaku penyerangan Jemaat Ahmadiyah dengan perusakan rumah penduduk dan pengusiran terhadap tujuh keluarga di Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneg, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat atau NTB terkesan dibiarkan.

Komunitas Ahmadiyah di Dusun Grepek Tanat Eat, Desa Greneg, Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) berencana melaporkan resmi kasus penyerangan pada Mei lalu ke Polda NTB hari ini, Jumat, 20 Mei 2018.

Hampir dua bulan penyerangan yang berbentuk pengusiran, ancaman, intimidasi serta perusakan rumah penduduk hingga kini tidak jelas siapa pelaku maupun aktor dibelakangnya.

Kuasa hukum korban, Irpan Suriadiata mengatakan penyerangan ini terkesan didiamkan oleh polisi. Pasalnya, berbagai upaya telah dilakukan namun tak ada tanggapan lebih lanjut dari kepolisian.

“Ya terkesan didiamkan. Sama sekali kami belum dipanggil untuk klarifikasi. Dua bulan sama sekali tidak ada informasi. Korban makin susah, pelaku makin enak,” kata Irpan saat dihubungi Kriminologi.id melalui sambungan telpon, Jakarta, Kamis, 19 Juli 2018 malam.

Dugaan didiamkan ini muncul lantaran pihak korban, pascapenyerangan, sudah membuat aduan ke polisi. Aduan itu bahkan dibuat karena permintaan polisi sendiri. Namun belum ada tindak lanjutnya.

“Sudah lapor bulan Mei lalu dalam bentuk pengaduan karena ada petunjuk dari polisi. Tapi tidak ada tindak-lanjut hingga sekarang,” ujarnya.

Irpan mengatakan, saat membuat laporan besok, pihak korban akan didampingi oleh beberapa lembaga terkait yakni, LO Indonesia Society Mataram, tokoh muda Nahdlatul Ulama, Lakpesdam NU NTB dan Yayasan LBH Indonesia (YLBHI).

“Kami dalam tanda petik besok mendorong untuk membuat LP (laporan polisi) langsung. Biar jelas. Karena kemarin kan (saat buat aduan) sebenarnya sudah bisa buat LP. Sudah ada barang bukti, saksi, semua lengkap,” kata Irpan.

Sabtu, 19 Mei 2018 terjadi penyerangan dan perusakan rumah penduduk dan pengusiran terhadap tujuh keluarga di Dusun Grepek Tanak Eat.

Teror kemudian berlanjut pada Minggu, 20 Mei 2018 dengan terjadinya penyerangan dan perusakan rumah penduduk di lokasi yang sama bahkan dilakukan di hadapan aparat kepolisian, yang mengakibatkan satu rumah hancur.

Sebanyak 50 orang dilaporkan terlibat dalam aksi anarkis dengan merusak rumah milik jamaah Ahmadiyah tersebut. Insiden perusakan tersebut bermula ketika sekelompok massa tiba-tiba mendatangi rumah-rumah milik jamaah Ahmadiyah.

Sekelompok massa tersebut kemudian langsung merusak beberapa rumah milik warga bernama Zainal, Jasman, Usnawati, Amat dan Artoni.

Penduduk yang diamuk massa brutal itu kemudian diungsikan ke Lombok Timur hingga hari ini. Kemudian, setelah memeriksa sejumlah orang terkait perusakan rumah tersebut, Mabes Polri menyebut perusakan tersebut adalah aksi spontanitas semata.

Marselinus Gual

Sumber:
kriminologi.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *