Jawa Barat, Provinsi Paling Tinggi Pelanggaran Hak Atas KBB Dan Intoleransi Di Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, Provinsi Jawa Barat kerap menjadi sorotan, karena dinilai sebagai provinsi paling tinggi tindak pelanggaran hak atas KBB dan intoleransi di Indonesia. Hampir semua permasalahan sosial keagamaan berskala lokal maupun nasional pernah muncul di Jawa Barat:

1. Permasalahan rumah ibadah
Permasalahan 7 gereja di Kabupaten Cianjur: (a) terdapat kebijakan negatif- fiktif, yaitu tidak diterbitkannya IMB 2 gereja, padahal permohonannya telah diajukan 1 tahun sebelumnya; dan (b) terdapat kebijakan negatif-fiktif, yaitu tidak dipastikannya lokasi (tempat) rencana pendirian gereja Oikumene yang dijanjikan sebelumnya.

2. Permasalahan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)

Pada 2011 Gubernur Jawa Barat menerbitkan Peraturan Gubernur No. 12 Tahun 2011 tentang Larangan Kegiatan Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Jawa Barat. Kasus penahanan pemberian KTP Elektronik bagi warga JAI di Manislor Kuningan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kuningan tidak terlepas dari tekanan kelompok-kelompok yang menolak keberadaan warga Ahmadiyah di Kuningan.

3. Permasalahan Syiah
Keluarnya Surat Edaran Walikota Bogor tentang Pelarangan Perayaan Asyura warga Syiah.

4. Regulasi-regulasi daerah yang bernuansa keagamaan tertentu.
Terkait dengan “State Favoritism” (favoritisme agama mayoritas) masih dipertahankannya:

(a) Peraturan Bupati No.15 Tahun 2006 tentang Pakaian Dinas Harian Pegawai di Lingkungan Pemerintahan Cianjur;

(b) Perda No.3 Tahun 2006 tentang Gerakan Pembangunan Masyarakat Berakhlaqul Karimah di Kabupaten Cianjur; dan

(c) Peraturan Bupati No.18 Tahun 2012 tentang Pemberdayaan Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al- Qur’an di Kabupaten Cianjur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *