Disdukcapil: Penganut Kepercayaan Bisa Masuk Kolom KK

RMOL. Setelah sekian lama dinanti, akhirnya masyarakat penganut penghayat dan kepercayaan bisa menyandang status dalam kolom Kartu Keluarga (KK) dan KTP. Di kota Cirebon sendiri, sudah ada beberapa warga yang mengajukan pencatatan dalam KK.

“Kepada semua penganut penghayat kepercayaan sekarang itu berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi tanggal 18 Oktober 2017 itu harus mengakomodir pembuatan Kartu Keluarga bagi penganut kepercayaaan Kepada Tuhan YME dan itu sudah mulai jalan dan sudah mulai ada beberapa yang masuk ke sini ke Disdukcapil,” ungkap Kasi SIAK Disdukcapil kota Cirebon Rahmat Saleh saat ditemui di ruang kantornya kemarin.

Menurut Rahmat Saleh, terkait penerbitan KK bagi warga penganut kepercayaan, atas keputusan Kemendagri itu Disdukcapil sudah melakukan rapat dan pihaknya mengakomodir pencatatan status ‘Kepercayaan’.

“Kemarin sudah dirapatkan dengan pak Kadis juga. Intinya, kita akan akomodir,” ujarnya.

Namun demikian, kata Ia, Disdukcapil kota Cirebon masih menunggu petunjuk tekhnis dari Pemerintah Pusat, agar dalam pencatatan bagi masyarakat penganut kepercayaan sesuai ketentuan dan dasar hukum yang jelas. Petunjuk tekhnis itu bisa berupa Permen, Surat Edaran atau sejenisnya dari Kemendagri.

“Kalau Aplikasi dan SOP nya sudah ada. Tinggal petunjuk tekhnis nya saja,” kata Dia.

Bagi masyarakat penganut kepercayaan di kota Cirebon, terangnya, bisa melampirkan beberapa surat untuk pencatatan dalam kolom agama/kepercayaan di KK.

Pertama, Surat Permohonan Pencetakan KK Bagi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME. Kedua, Surat Perubahan Agama Menjadi Kepercayaan Terhadap Tuhan YME. Terakhir, ketiga, Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak Sebagai Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME.

“Ketiga formulir itu bisa didapatkan di Disdukcapil. Kalau yang pindah dari kepercayaan ke agama pun demikian sama sudah ada formulirnya,” sebutnya.

Rahmat Saleh menjelaskan, pencatatan tersebut baru bisa dilakukan untuk KK, adapun KTP belum dilaksanakan lantaran masih menunggu Petunjuk Tekhnis dari Pusat. [jar]

AHYARUDDIN ASEP

Sumber:
Rmol Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *