Bela Jemaat Ahmadiyah di Lombok, Tokoh Muda NU Ini Tagih Janji TGB dan Polda NTB

Mataram GL_ Sekitar dua bulan telah berlalu. Kasus dugaan perusakan, penyerangan dan kekerasan terhadap kelompok Jemaat Ahmadiyah di Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur (Lotim) provinsi NTB terjadi tepatnya pada 19 Mei 2018 lalu. Karena dianggap belum ada tindak lanjut, kasus tersebut kembali dipertanyakan ke Mapolda NTB, jumat (20/7) siang. Seorang tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) asal Jakarta, Zuhairi Misrawi, bersama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) turut membantu membela dan mendampingi jemaat Ahmadiyah di pulau Lombok itu. Mereka tiba di Mapolda NTB sekitar pukul 09.00 Wita mendampingi jemaat Ahmadiyah.

Tokoh muda NU ini menuntut janji Gubernur NTB,  Dr. M. Zainul Mjadi atau Tuan Guru Bajang (TGB) agar segera menepati janjinya kepada Jemaat Ahmadiyah untuk memperbaiki rumah-rumah yang telah dirusak sekelompok orang. Selain itu, aparat kepolisian Polda NTB juga didesak untuk tegas dan adil menangani kasus tersebut.

“Kami meminta juga kepada Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang, untuk memenuhi janjinya memperbaiki rumah-rumah (Ahmadiyah) yang rusak,” ucapnya, kepada wartawan, di Mataram, usai menindaklanjuti perkembangan kasus jemaat Ahmadiyah di polda NTB.

TGB diminta tidak hanya sibuk road show kampanye politik saja melainkan menunaikan janjinya untuk memperbaiki rumah warga yang sampai sekarang belum terealisasi.

Misrawi juga menuntut aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap pelaku perusakan, penyerangan dan kekerasan kepada Jamaat Ahmadiyah di Lotim skitar 2 bulan lalu itu agar tidak terulang kembali. Menurutnya, peristiwa yang dialami warga Ahmadiyah tersebut sudah sering terjadi di NTB, sejak tahun 1999 silam.

“Sudah lama dan terus berulang. Untuk Kasus di Lombok Timur ini, kami berharap menjadi upaya yang cukup serius untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar tokoh muda NU ini.

Apalagi penegakan hukum ini, tambah Misrawi, merupakan Nawacita Presiden Jokowi. Sehingga aparat kepolisian benar-benar menjamin keamanan bagi semua warga negara Indonesia tanpa terkecuali.

“Intinya Nawacita Jokowi betul betul dilaksanakan oleh aparat kepolisian dan menegakkan hukum seadil-adilnya. Agar negara hadir melindungi setiap warga negara,” terangnya.

Misrawi mengutuk keras kasus Ahmadiyah yang terjadi di Lotim beberapa bulan lalu. Ditambah dengan belum adanya kejelasan penegakan hukum kepada pelaku dalam kasus tersebut.

“Bahwa sampai hari ini belum ada kejelasan perihal perusakan dan penyerangan warga Ahmadiyah,” pungkas pria asal Jakarta ini. (RZ)

Sumber:
www.gemalombok.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *